Menuju Pertanian Terpadu

Menuju Pertanian Terpadu

By : Akhmad Sobirin | On : 21 NOVEMBER 2016 | 704 VIEWS

Poktan Manggar Jaya dari tahun 2012 berkomitmen untuk menuju pertanian yang alami, organik, dan terpadu. Komoditas utama kami adalah produksi Gula Semut Organik (Coconut Sugar), merambah ke peternakan kambing, sapi dan diversifikasi turunan produk dari kelapa. Produk gula semut tidak bisa terpisahkan dengan peternakan dimana kotoran dan limbah peternakan dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai pupuk lahan perkebunan. 

    

Apa arti sistem pertanian terpadu?

Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu. Diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang petani berupa pangan, sandang dan papan akan tercukupi dengan sistem pertanian ini. (http://sistempertanianterpadu.blogspot.co.id/)

Atau dapat juga di artikan bahwa Sistem pertanian terpadu merupakan satu sistem yang menggunakan ulang dan mendaur ulang menggunakan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja.Pertanian pada hakekatnya merupakan pertanian yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran nutrisi (unsur hara) dan energi terjadi secara seimbang. Keseimbangan inilah yang akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan keberlanjutan produksi yang terjaga secara efektif dan efisien.

Jika kekayaan alam perdesaan dimanfaatkan secara maksimal maka akan meberikan multiple efek yang luarbiasa termasuk peningkatan ekonomi masyarakat desa. Lalu pertanyaanya siapa yang akan meneruskan estafet pertanian di Desa kalau bukan anak muda yang menggeluti bidang pertanian?

Saya teringat pesan bapak Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) saat ditanya..

Menurut Anda, seberapa kritiskah kondisi pertanian kita belakangan ini?

Kalau kita melihat kondisi pertanian, mengenaskan. Sekarang kondisi pertanian kita memang merana. Sampai-sampai tidak ada anak kecil yang mau jadi petani. Keberpihakan pemerintah terhadap petani sangat sedikit. Tak terlalu banyak orang yang yang membela petani. Jadi, sampai kapan pun sektor ini akan tetap termarjinalkan selama orang tidak peduli. Padahal, kalau kita mau kembali ke kekuatan dasar, ya sektor pertanian ini.

pada beberapa media banyak yang memberi judul "rendahnya minat anak muda bertani", "mengapa anak muda enggan bertani" dll.

ada yang mau mencoba menjawab "MENGAPA ANAK MUDA SEKARANG ENGGAN BERTANI"?

Jika berkenan dijawab di comments ya.... terimakasih.

Mitra

Contact Us

Desa Semedo RT 05 RW 05 Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, KP 53164
semedomanise@gmail.com
0813-2722-1055

Social Media