Mengenal Lebih Dekat dengan Penyebab Obesitas

Mengenal Lebih Dekat dengan Penyebab Obesitas

By : Admin | On : 01 MARET 2019 | 107 VIEWS

Sebelum membahas tentang apa yang menjadi penyebab Obesitas, lebih baik kita berkenalan dulu dengan Obesitas ini. Tak kenal maka tak sayang, namun Obesitas tidak seharusnya disayang. Obesitas adalah sebuah kondisi dimana ada penumpukan yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus maka akan berdampak pada kondisi kesehatan penderita. Selain dapat mengubah penampilan fisik penderita, obesitas juga dapat meningkatkan resiko kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes serta tekanan darah tinggi.

Tidak hanya masalah fisik, obesitas yang merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia, juga dapat mengakibatkan masalah psikologi seperti stres dan depresi.

Namun, Anda harus dapat membedakan antara obesitas dan berat badan berlebih (overweight) karena pada dasarnya dua kasus ini memiliki konsep yang berbeda. Overweight adalah kondisi dimana terjadi kenaikan berat yang berlebih pada tubuh. Dalam kasus berat badan berlebih ini, kenaikan badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih, namun dapat pula disebabkan oleh massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.

Jika Anda bertanya-tanya tentang seberapa umum kondisi obesitas ini, maka jawabannya adalah sangat umum, yang bahkan dapat dialami oleh semua jenis umur, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Individu yang tidak dapat menjaga pola makan dan melakukan olah raga yang cukup biasanya merupakan target empuk kondisi ini.

Kegemukan biasanya diderita oleh mereka yang bekerja kantoran, karena mereka cenderung menerapkan gaya hidup sedentari atau malas gerak. Jadi, jika anda termasuk orang-orang yang malas gerak, maka lebih baik Anda mulai mengurangi resiko-resiko yang ada dan mulai menjaga diri Anda.

Sekarang, setelah mengenalnya, mari mebahas sedikit tentang penyebab obesitas.

Obesitas, apa penyebabnya?

Obesitas disebabkan oleh kadar kalori yang berlebihan di dalam tubuh. Penumpukkan kadar kalori yang berlebihan ini dapat disebabkan dari interaksi antara berbagai macam faktor inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami obesitas.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan dan obesitas. Faktor-faktor tersebut antara lain :

  1. Genetik

Anak-anak dari orangtua  yang obesitas jauh lebih beresiko mengalami obesitas dibanding anak-anak yang orang tuanya memiliki berat badan ideal. Ya, faktor genetik atau  keturunan adalah salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas.

Dalam penelitian yan dipublikasikan oelh Journal of Clinical Investigation diketahui bahwa individu yang membawa gen FTO biasanya cenderung makan makanan yang berlemak dan tinggi gula. Tidak hanya itu, individu dengan gen tersebut biasanya juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merasa kenyang. Hal tersebutlah yang membuat orang dengan gen tersebut memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami obesitas.

Meski begitu, tidak sepenuhnya obesitas dapat ditentukan oleh genetik. Makanan yang anda konsumsi juga memiliki andil yang besar pada gen yang dapat memicu obesitas. Jika Anda memiliki gen obesitas dan pola hidup yang tidak sehat, maka besar kemungkinan bahwa Anda akan mengalami obesitas.

Namun, sebaliknya, jika Anda memiliki gen obesitas, tapi Anda menerapkan pola hidup sehat yang teratur, maka resiko Anda untuk mengalami obesitas akan menurun.

  1. Junk Food

Seberapa seering kita mengonsumsi Junk Food atau makanan cepat saji? Junk Food biasanya memiliki kandungan gula, lemak, garam dan minyak yang tinggi. Kombinasi ini, merupakan paket lengkap penyebab orang tergiur dengan junk food, sehingga ingin terus mengonsumsinya dan tanpa sadar sudah banyak kalori dan lemak yang tertumpuk pada tubuhnya. Ini lah yang dapat memicu kenaikan obesitas yang kemudian menyebabkan obesitas.

  1. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat-obatan dengan/tanpa resep dokter dapat menyebabkan penambahan berat badan sebagai efek sampingnya. Sebagai contoh adalah obat-obatan antidepresan yang sudah sejak lama dikaitkan dengan kenaikan berat badan secara perlahan-lahan.

Obat-obat lain yang dapat memicu kenaikan berat badan adalah obat Diabetes dan antipsikotik yang biasanya digunakan untuk meredakan masalah mental. Pemicunya adalah terubahnya fungsi tubuh dan otak Anda oleh obat-obatan tersebut, yang menyebabkan meningkatnya nafsu makan dan berkurangnya tingkat metabolisme tubuh. Sehingga Anda rentan mengalami kenaikan berat badan.

  1. Stres

Selama ini masyarakat pasti berpikir jika kita stres, maka tubuh akan lebih cepat kurus karena memiliki banyak pikiran, bukan? Tapi nyatanya stres juga dapat menjadi penyebab obesitas, lho. Pasalnya saat mengalami stres, Anda akan cenderung mengonsumsi banyak makanan, terutama makanan manis yang biasanya digunakan untuk sekedar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.

Namun, mengonsumsi makanan disaat stres, justru akan membuat Anda mengonsumi lebih banyak makanan sehingga mengakibatkan penumpukan kalori, gula serta lemak di dalam tubuh.

  1. Malas Gerak

Kemajuan teknologi nyatanya malah membuat orang-orang menjadi lebih santai sehingga aktivitas fisik menjadi terminimalisir. Jika dahulu Anda diharuskan bergerak untuk sekedar mencuci baju secara manual, sekarang Abda hanya perlu memasukkannya ke dalam mesin cuci, memencet tombol, kemudian kembali leyeh-leyeh di sofa sambil bermain gawai.

Padahal aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh menjadi melambat. Kenapa? Karena semakin sedikit Anda bergerak, otomatis semakin sedikit pula kalori yang dibakar. Sehingga semakin banyak kalori yang menumpuk di dalam tubuh Anda.

  1. Tidak Cukup Tidur

Berdasarkan penilitian yang dilakukan di Warwick Medical School di University of Warwick, jika Anda tidak cukup tidur, maka Anda beresiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas. Risiko ini tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, tapi juga berlaku untuk anak-anak.

Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas melalui peningkatan nafsu makan yang diakibatkan oleh perubahan hormonal. Jika Anda tidak cukup tidur, tubuh Anda menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Sebaliknya, Leptin, hormon yang menekan nafsu makan, akan di produksi lebih sedikit.

Mengidap faktor-faktor tersebut bisa saja atau bahkan tidak bisa menyebabkan obesitas. Pun sebaliknya, jika anda tidak memiliki faktor-faktor tersebut. Artikel ini merupakan referensi, akan lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter Anda.

Mitra

Contact Us

Desa Semedo RT 05 RW 05 Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, KP 53164
semedomanise@gmail.com
0813-2722-1055

Social Media